puisiku

October 31, 2007

doa ilalalng tua

Duhai savana yang biru

Maknai diriku yang mulai menguning

Meski tajam pucukku masih mampu menusuk serangga 

Berdarah dan mati

 

 

                                                Semafkguh, 30032006

 

 

kulempar asa pada seekor rajawali

Kian terjebak aku pada mimpi

Menerka, dan terus meraba makna

Pada kegelapan abadi, aku terkurung

Terlempar dan terkapar aku pada satu siang yang merah membakar

 

Resah membayang pada sekeliling

Diriku… menuai ketakutan, dan perih luka

Tertusuk diriku pucuk ilalang

Dan senja mentertawaiku

 

Kulempar asaku pada seekor burung rajawali

Kuberikan padanya luka dan cinta nun retak dan tak berbalas

Kubiarkan berjatuhan dan terbias terbawa malam yang kembali mengapung

                                                                       

                                                                                   

                                                                                    Semafkguh/10 September 2006

 


PANGGIL AKU SENJA

October 22, 2007

Panggil aku senja
Karena saat itulah kubaurkan engkau dengan fatamorgana
Kupersandingkan engkau pada lembutnya semburat lazurdi
Kubelai engkau dengan risik dedaun
Yang menjadikan dirimu
Tertidur oleh lagu angin gunung

Panggil aku senja
Bila pagi membuatmu menggigil
Dan siang yang panas
Menjadikan dirimu layu
Dan pada malam yang bakal tenggelamkaan dirimu
Pada kesepian dan kerinduan abadi

Tidakkan jua engkau menyadari
Betapa halusnya kepakan sayap burung merpati
Dan awan seputih kapas
Menyusup dirimu dan hatimu
Mengharubiru
Dan langkah-langkah kakimu
Menapaki setapak demi setapak
Kisah yang timbul tenggelam
Terbawa gelombang mimpi
Dan karam pada lubuk hati
Yang dingin dan gelap

Panggil aku…
Panggil aku…

Panggil aku senja
Yang mengangkatmu terbang
Menembus birunya langit
dan kita bercinta
bersama malaikat dan permata sorgawi

 

 

 CANOPY 02:13
ini tengah malam
dan tidur pertamaku,
setelah kubersama denganmu
duhai…
perempuan yang berbalut misteri

tahukah engkau…
sebelum kupasrahkan diriku pada malam
sebelum kubiarkan diriku disusupi mimpi
sebelum kurelakan raga terinjak senyum rembulan
dan bintang yang berkelip
terpantul dijendela
aku menggambar wajahmu

yah….
aku menggambar wajahmu
pada kanvas terindah
disudut bola mataku
maafkan aku….
yang begitu vulgar melukis
dirimu….
wahai pemilik mata yang indah

entah….
misteri apa yang tengah aku hadapi
setelah kita terperangkap kelam rembulan
dan berbungkus gelapnya ”canopy”
serta temaran lampu yang masih mampu menjelaskan
akan dirimu yang kedinginn
dan bahasa tubuh kita kala menyaksikan bintang yang meluncur
indah sekali….
seru sekali pertempuran dalam jiwaku
mengugurkan berjuta keegoan
dan laksana superhero
engkau berjumplitan membunuh
meruntuhkan naluri
serta menikamkan tajam senyummu pada lubuk hatiku

yah….
aku mati malam ini
namun sebelumnya izinkan kuselesaikan lukisan dirimu
dan ikhlaskan aku menyebut namamu
setelahnya…..

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.